BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu
pendidikan seakan tidak akan pernah usang. Banyak agenda reformasi yang telah,
sedang, dan akan dilaksanakan. Beragam program inovatif ikut serta memeriahakan
reformasi pendidikan.
Belajar atau pembelajaran adalah
merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada
anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses untuk menggapai masa depan
yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang
tinggi. Dan pada akhirnya diharapkan akan berguna bagi bangsa,
negara, dan agama. Melihat peran pendidikan yang begitu vital, maka menerapkan
metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan
proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan.
Beragam metode pembelajaran efektif dapat menjadi pilihan untuk
bisa kita persiapkan dalam sebuah kegiatan pembelajaran.
Setiap metode pembelajaran akan memiliki
satu ‘rana pembelajaran’ yang paling menonjol meskipun juga mengandung rana
pembelajaran lainnya. Ranah pembelajaran tersebut ada 3, yaitu: Rana kognitif
atau rana perubahan pengetahuan ( P ); Rana afektif atau rana perubahan
sikap-perilaku (S ) ; dan Rana psikomotorik atau rana perubahan maupun peningkatan
keterampilan ( K ).
Metode bersifat prosedural artinya,
penerapan pembelajaran bahasa Indonesia harus dikerjakan menurut
langkah-langkah yang teratur, bertahap yakni mulai perencanaan pembelajaran,
penyajian sampai dengan penilaian dan hasil belajar.
1.2 Rumusan Masalah
Mengacu pada uraian masalah diatas maka
fokus penyelesaiannya dapat dibatasi pada :
1. Apakah
yang dimaksud dengan Metode Pembelajaran?
2. Apakah
alasan yang mendasari penggunaan Metode Pembelajaran?
3. Faktor-faktor
apa sajakah yang mempengaruhi Metode Pembelajaran?
4. Jenis-jenis
Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia?
1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang
dikaji, maka makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan kita tentang metode
pembelajaran sehingga dapat menjadi acuan dalam sebuah rencana pembelajaran
bagi kita sebagai calon pendidik agar dalam proses pembelajaran lebih terarah,
mudah dipahami dan tepat sasaran. Lebih dari itu makalah ini juga bertujuan
agar para pendidik lebih matang lagi dalam mempersiapkan suatu pelaksanaan
pembelajaran dikelas maupun diluar kelas.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metode
Pembelajaran
Metode berasal dari Bahasa Yunani
“Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan
upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat
memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode
berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Pengetahuan tentang metode-metode
mengajar sangat diperlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya
siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang
digunakan oleh guru.
Dalam KBBI (2001: 740) metode yaitu cara
yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan
yang dikehendaki. Selain itu, juga didefanisikan sebagai cara kerja yang
bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang
ditentukan. Dalam pembelajaran bahasa indonesia metode diartikan sebagai
sisitem perencanaan pembelajaran bahasa indonesia secara menyeluruh untuk
memilih, mengorganisasikan, dan meyajikan materi pelajaran bahasa indonesia
secara teratur.
Metode bersifat prosedural artinya,
penerapan pembelajaran bahasa Indonesia harus dikerjakan menurut
langkah-langkah yang teratur, bertahap yakni mulai perencanaan pembelajaran, penyajian
sampai dengan penilaian dan hasil belajar.
Jadi Metode Pembelajaran adalah ilmu
yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah
lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling
berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan
dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.
Tidak ada satu metode pun yang
dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain karena setiap metode
mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan
masing -masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok
bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk
situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu
pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu
berhasil dibawakan oleh guru lain. Adakalanya seorang guru perlu menggunakan
beberapa metode dalam menyampaikan suatu pokok babasan tertentu. Dengan variasi
beberapa metode, penyajian pengajaran menjadi lebih hidup. Misalnya pada awal
pengajaran, guru memberikan suatu uraian dengan metode ceramah, kemudian
menggunakan contoh-contoh melalui peragaan dan diakhiri dengan diskusi atau
tanya-jawab. Di sini bukan hanya guru yang aktif berbicara, melainkan siswa pun
terdorong untuk berpartisipasi.
2.2
Jenis-Jenis Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
1) Metode
Audiolingual
Metode audiolingual sangat
mengutamakan drill (pengulangan). Metode itu muncul karena terlalu
lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. Padahal untuk
kepentingan tertentu, perlu penguasaan bahasa dengan cepat. Dalam audiolingual
yang berdasarkan pendekatan struktural itu, bahasa yang diajarkan dicurahkan
pada lafal kata, dan pelatihan berkali-kali secara intensif pola-pola kalimat.
Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan.
Langkah-langkah yang biasanya
dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru
berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca, (b) peniruan
dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa
menghafalkannya, (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan, (d)
dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di
depan kelas, dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang
dilatihkan
2) Metode
Komunikatif
Desain yang bermuatan komunikatif
harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Setiap tujuan diorganisasikan ke
dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran dispesifikkan ke dalam tujuan konkret
yang merupakan produk akhir. Sebuah produk di sini dimaksudkansebagai sebuah
informasi yang dapat dipahami, ditulis, diutarakan, atau disajikan ke dalam
nonlinguistis. Sepucuk surat adalah sebuah produk. Demikian pula, sebuah
perintah, pesan, laporan, atau peta, juga merupakan produk yang dapat dilihat
dan diamati. Dengan begitu, produk-produk tersebut dihasilkan melalui
penyelesaian tugas yang berhasil.
Contohnya menyampaikan pesan kepada
orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan itu dapat dipecah
menjadi (a) memahami pesan, (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan
keraguan, (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi,
(d) membuat catatan, (e) menyusun catatan secara logis, dan (f) menyampaikan
pesan secara lisan. Dengan begitu, untuk materi bahasan penyampaian pesan saja,
aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik, mendalam, dan membuat
siswa lebih intensif.
3) Metode
Produktif
Metode produktif diarahkan pada
berbicara dan menulis. Siswa harus banyak berbicara atau menuangkan gagasannya.
Dengan menggunakan metode produktif diharapkan siswa dapat menuangkan gagasan
yang terdapat dalam pikirannya ke dalam ketrampilan berbicara dan menulis
secara runtun. Semua gagasan yang disampaikan dengan menggunakan
bahasa yang komunikatif. Yang dimaksud dengan komunikatif di sini adalah adanya
respon dari lawan bicara. Bila kita berbicara lawan bicara kita adalah
pendengar, bila kita menulis lawan bicara kita adalah pembaca.
4) Metode
Langsung
Metode langsung berasumsi bahwa
belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa secara
intensif dalam komunikasi. Tujuan metode langsung adalah penggunaan bahasa
secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan
bahasa Indonesia di masyarakat.
Siswa diberi latihan-latihan untuk
mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi, peragaan, gerakan,
serta mimik secara langsung.
5) Metode
Partisipatori
Metode pembelajaran partisipatori
lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Siswa dianggap sebagai
penentu keberhasilan belajar. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Dengan
berpartisipasi aktif, siswa dapat menemukan hasil belajar. Guru hanya bersifat
sebagai pemandu atau fasilitator.
Dalam metode partisipatori siswa
aktif, dinamis, dan berlaku sebagai subjek. Namun, bukan berarti guru harus
pasif, tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi belajar siswa dengan suara,
gambar, tulisan dinding, dan sebagainya. Guru berperan sebagai pemandu yang
penuh dengan motivasi, pandai berperan sebagai moderator dan kreatif. Konteks
siswa menjadi tumpuan utama.
6) Metode
Membaca
Metode membaca bertujuan agar siswa
mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar siswa.
Berikut langkah-langkah metode
membaca:
a)
pemberian kosakata dan istilah yang
dianggap sukar dari guru ke siswa. Hal ini diberikan dengan definisi dan
contoh ke dalam kalimat
b)
Penyajian bacaan di kelas. Bacaan dibaca
dengan diam selama 10-15 menit (untuk mempercepat waktu, bacaan dapat diberikan
sehari sebelumnya)
c)
Diskusi isi bacaan dapat melalui
tanya jawab
d) Pembicaraan tata
bahasa dilakukan dengan singkat. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh
guru
e)
Pembicaraan kosakata yang relevan
f)
Pemberian tugas seperti mengarang
(isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah, skema, diagram, ikhtisar,
rangkuman, dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan
7) Metode
Tematik
Dalam metode tematik, semua
komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu
unit pertemuan. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi
alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tema tersebut harus
diolah dan disajikan secara kontekstualitas, kontemporer, konkret, dan
konseptual.
Tema yang telah ditentukan haruslah
diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. Begitu pula
isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Apa yang terjadi
sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan
di kelas. Tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret.
Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya.
Konsep-konsep dasar tidak terlepas. Siswa berangkat dari konsep ke analisis
atau dari analisis ke konsep kebahasaan, penggunaan, dan pemahaman.
8) Metode
Kuantum
Quantum Learning (QL)
merupakan metode pendekatan belajar yang bertumpu dari metode Freire dan
Lozanov. QL mengutamakan pecepatan belajar dengan cara partisipatori peserta
didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Gaya belajar dengan
mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Menurut QL bahwa
proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatu dapat
berarti setiap kata, pikiran, tindakan, dan asosiasi, serta sejauh mana guru
menggubah lingkungan, presentasi, dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah
proses belajar berlangsung. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan
landasan dan kerangka untuk belajar. Dengan begitu, pembelajar dapat
mememori, membaca, menulis, dan membuat peta pikiran dengan cepat.
9) Metode
Diskusi
Diskusi adalah proses pembelajaran
melalui interaksi dalam kelompok. Setiap anggota kelompok saling bertukar ide
tentang suatu isu dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah,menjawab suatu
pertanyaan, menambah pengetahuan atau pemahaman, atau membuat suatu keputusan.
Apabila proses diskusi melibatkan seluruh anggota kelas, pembelajaran
dapat terjadi secara langsung dan bersifat student
centered (berpisat pada siswa) Dikatakan pembelajaran langsung karena guru
menentukan tujuan yang harus dicapai melalui diskusi, mengontrol aktivitas
siswa serta menentukan fokus dan keberhasilan pembelajaran.
Dikatakan berpusat kepada siswa karena sebagian
besar input pembelajaran berasal dari siswa, mereka secara aktif aktif
dan meningkatkan belajar, serta mereka dapat menemukan hasil diskusi mereka.
10) Metode
Kerja Kelompok Kecil (Small-Group Work)
Mengorganisasikan siswa dalam
kelompok kecil merupakan metode yang banyak dianjurkan oleh para pendidik.
Metode ini dapat dilakukan untuk mengajarkan materi-materi khusus. Kerja
kelompok kecil merupakan metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Siswa
dituntut untuk memperoleh pengetahunan sendiri melalui bekerja secara
bersama-sama. Tugas guru hanyalah memonitor apa yang dikerjakan siswa. Yang ingin
diperolah melalui kerja kelompok adalah kemampuan interaksi sosial, atau
kemampuan akademik atau mungkin juga keduanya
11) Metode
Alamiah
Metode ini banyak memiliki nama,
yaitu metode murni, metode natural atau “customary method”. Metode ini memiliki
prinsip bahwa mengajar bahasa baru (seperti bahasa kedua) harus sesuai dengan
kebiasaan belajar berbahasa yang sesungguhnya sebagaimana yang dilalui oleh
anak-anak ketika belajar bahasa ibunya. Proses alamiah inilah yang harus
dijadikan landasan dalam setiap langkah yang harus ditempuh dalam pengajaran
bahasa kedua, seperti bahasa Indonesia.
Seperti Anda ketahui proses belajar
bahasa anak-anak dimulai dengan mendengar, kemudian berbicara, kemudian membaca
dan akhirnya menulis atau mengarang. Jadi pada awal pelajaran, gurulah yang
banyak berbicara/bercerita dalam rangka memperkenalkan bunyi-bunyi, kosa kata
dan struktur kalimat sederhana. Setelah mereka dapat menyimak dengan
baik, kemudiananak-anak diajak berbicara dan selanjutnya mulai
diperkenalkan dengan membaca dan menulis.
12) Metode
Terjemahan
Metode terjemahan (the translation
method) adalah metode yang lazim digunakan untuk pengajaran bahasa asing,
termasuk dalam hal ini Bahasa Indonesia yang pada umumnya merupakan bahasa
kedua setelah penggunaan bahasa ibu yakni bahasa daerah. Prinsip utama
pembelajarannya adalah bahwa penguasaan bahasa asing dapat dicapai dengan cara
latihan terjemahan dari bahasa asing ke dalam bahasa ibu murid atau ke dalam
bahasa yang dikuasainya. Misal: latihan terjemahan dari Bahasa Indonesia ke
dalam bahasa daerah atau dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia.
Kelebihan metode ini dalam hal kepraktisan dalam pelaksanaannya dan dalam hal
penguasaan kosakata dan tatabahasa dari bahasa yang baru dipelajari siswa.
13) Metode
Pembatasan Bahasa
Metode ini menekankan pada
pembatasan dan penggradasian kosakata dan struktur bahasa yang akan diajarkan.
Pembatasan itu dalam hal kekerapan atau penggunaan kosakata dan urutan
penyajiannya. Kata-kata dan pola kalimat yang tinggi pemakaiannya di masyarakat
diambil sebagai sumber bacaan dan latihan penggunaan bahasa. Pola-pola kalimat,
perbendaharaan kata, dan latihan lisan maupun tulisan dikontrol dengan baik
oleh guru.
2.3
Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
1. Persamaan
dan perbadaan antar sistem bahasa pertama siswa dengan bahasa kedua yang mereka
pelajari.
2. Usia
siswa pada saat mereka belajar bahasa indonesia
3. Latar
belakang sosial budaya siswa
4. Pengalaman,
pengetahuan dan keterampilan berbahasa siswa dalam bahasa yang dipelajarinya
yang sudah mereka punyai.
5. Pengetahuan
dan keterampilan berbahasa guru dalam bahasa yang akan dipelajarinya:
a.
Guru bahasa menguasai bahan ajar
b.
Guru bahasa mampu mengelola
program-program belajar mengajar bahasa indonesia
6.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang
dipelajari siswa dalam masyarakat tempat dimana mereka berada.
7.
Tujuan pembelajaran yang di inginkan
8.
Alokasi waktu yang tersedia untuk
kegiatan pembelajaran
9.
Metode yang digunakan dalam pembelajaran
bahasa
2.4
Alasan Menentukan Metode
Metode pembelajaran adalah bagian utuh
(terpadu, integral) dari proses pendidikan pengajaran. Metode ialah cara guru
mejelaskan suatu pokok bahasan ( tema, pokok masalah) sebagai bagian kurikulum
dalam upaya mencapai sasaran tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dan
kerjasama guru dan siswa dalam mencapai sasaran dan tujuan pembelajaran
melaui cara atau metode, yang pada hakekatnya ialah jalan mencapai
sasaran dan tujuan pembelajaran. Jadi, alasan atau nalar guru memlilih dan
menetapkan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran adalah :
1.
Metode ini sesuai dengan pokok bahasan,
dalam rangka lebih menjadi mencapai sasaran dan tujuan pembelajaran.
2.
Metode ini menjadi kegiatan siswa dalam
belajar dan meningkatkan motivasi atau semangat belajar.
3.
Metode ini memperjelas dasar, kerangka,
isi dan tujuan dari pokok bahasan sehingga pemahaman siswa makin jelas.
4.
Metode dipilih guru dengan azas diatas
berdasarkan pertimbangan praktis, rasional dikuatkan oleh kiat dan pengalaman
guru mengajar.
5.
Metode yang berdaya guna, belum tentu
tunggal, jadi suatu metode dapat digunakan secara kombinasi ( sintesis terpadu
) dan dilengkapi dengan media tertentu, bahkan multi-media. Dasar pertimbangan
ialah sasaran dan tujuan pembelajaran.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam KBBI (2001: 740) metode yaitu cara
yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan
yang dikehendaki. Selain itu, juga didefanisikan sebagai cara kerja yang
bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang
ditentukan. Dalam pembelajaran bahasa indonesia metode diartikan sebagai
sisitem perencanaan pembelajaran bahasa indonesia secara menyeluruh untuk
memilih, mengorganisasikan, dan meyajikan materi pelajaran bahasa indonesia
secara teratur.
Metode bersifat prosedural artinya,
penerapan pembelajaran bahasa Indonesia harus dikerjakan menurut
langkah-langkah yang teratur, bertahap yakni mulai perencanaan pembelajaran,
penyajian sampai dengan penilaian dan hasil belajar.
Beberapa metode dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia yaitu, Metode Audiolingual, Metode Komunikatif, Metode
Produktif, Metode Langsung, Metode Partisipatori, Metode Membaca, Metode
Tematik, Metode Kuantum, Metode Diskusi, Metode Kerja Kelompok Kecil
(Small-Group Work), Metode Alamiah, Metode Terjemahan, Metode Pembatasan
Bahasa.
3.2 Saran
Adapun saran kami adalah selayaknya guru
bisa menentukan metode sebelum pembalajaran bahasa Indonesia, karena dengan
begitu guru bisa mengevaluasi hasil dari pembelajaran tersebut. Karena metode
merupakan serangkaian proses dari awal sampai akhir pembelajaran. Karena itulah
metode dalam sebuah pembelajaran sangat penting bagi seorang guru.
DAFTAR
PUSTAKA
Basiran,
Mokh. 1999. Apakah yang Dituntut GBPP Bahasa Indonesia Kurikulum 1994?.
Yogyakarta: Depdikbud
Darjowidjojo,
Soenjono. 1994. Butir-butir Renungan Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai
Bahasa Asing. Makalah disajikan dalam Konferensi Internasional Pengajaran
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Salatiga: Univeristas Kristen Satya
Wacana
Degeng,
I.N.S. 1997. Strategi Pembelajaran Mengorganisasi Isi dengan Model
Elaborasi. Malang: IKIP dan IPTDI
Depdikbud.
1995. Pedoman Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta: Proyek
Pembinaan Sekolah Dasar
Machfudz,
Imam. 2000. Metode Pengajaran Bahasa Indonesia Komunikatif. Jurnal
Bahasa dan Sastra UM
Moeleong,
Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosyda
Karya.
Saksomo,
Dwi. 1983. Strategi Pengajaran Bahasa Indonesia. Malang: IKIP Malang
Salamun,
M. 2002. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren. Tesis..
Tidak diterbitkan
Sholhah,
Anik. 2000. Pertanyaan Tutor dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk
Penutur Asing di UM. Skripsi. Tidak diterbitkan.
Subyakto,
Sri Utari. 1988. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Dirjen Dikti
Depdikbud
METODOLOGI
PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
Dosen
Pengampu :
Dr. Wahono, M.Pd.
Disusun Oleh
PROGRAM PASCASARJANA
STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG
TAHUN
AKADEMIK
2017/2018
KATA PENGANTAR
Dengan puji syukur Kepada
Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada saya
sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “Metodologi Pengajaran Bahasa
Indonesia”.
Saya menyadari bahwa di dalam
pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan serta berkat bantuan dan tuntunan
Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam
kesempatan ini saya menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Terutama kepada dosen pengampu Bapak Dr. Wahono, M.Pd.
Makalah ini memang
masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya.
Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan
yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, saya akan
menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini, dan saya
berharap makalah ini dapat berguna bagi yang membacanya.
Bandar
Lampung, Oktober 2017
Penyusun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar